Home » » Politik Pemerintah

Politik Pemerintah

Posted by DEC Development Education and Culture on Saturday, 31 March 2012

Seputarkampusorange_Banyak tanyangan-tanyangan mengenai berbagai aksi penolakan atas naiknya harga BBM. tidak hanya sampai disitu, aksi kekerasan antara mahasiswa dan aparat keamanan yang tak patut dicontoh juga dipertontonkan di media. suatu tanyangan yang jelas-jelas meruntuhkan moral  bahwa negara kita ini tak lebih dari sekumpulan preman berkantongkan ijazah.



Tidak hanya sampai disitu, lemahnya kekuatan persaudaraan diantara kita akibat dari modernisasi yang membanjiri negeri ini melululantahkan kesatuan kita. bisa jadi kita ini beragam budaya namun seragam pemikiran dalam menyelesaikan suatu masalah, tidak lain adalah dengan Anarkis. sangat mengiris hati bila mengingat apa yang telah kita kerjakan sekarang ini teman-teman. rakyat kita, saudara-saudara kita menangis dengan terluntah-luntah.



Makassar, 28 maret 2012, Jln. A.P. Pettarani menjadi saksi betapa beringasnya kita sebagai agen intelek juga sang pengatur penertiban keamanan dalam suatu insiden. Jln. Sultan Alauddin dikuasai oleh pejuang muda berikrarkan biru, serta Jln. Urip Sumoeharjo, tepatnya jembatang layang Fly Over berubah warna menjadi hijau. Jln. Perintis Kemerdekaan juga menorehkan tinta merah bersamaan nyala api dengan asap hitam menyengat. spontan nusantara memalingkan wajah dan membuat sang garuda harus tunduk sejenak menyaksikan kasus yang melanda negeri ini.

Namun sadarkah kita apa yang sebenarnya terjadi? di tengah-tengah bencana sosial yang melanda kita, Bapak-bapak juga Ibu-ibu yang dihormatkan telah memutuskan dengan ketukan tiga bahwa BBM tidak naik, namun itu hanya berlaku sekarang. selain itu, berbagai isu-isu yang menyerang gedung cantik ini hilang tenggelam oleh suatu drama politik klasik ini. tentu ini mengundang banyak tanya dibenak kita bila kita cermat menanggapinya.

Hingga saat ini sahabat seputarkampusorange,  benarkah bahwa kita ini merdeka? atau justru kita malah kembali dijajah oleh orang yang tidak lain kita anggap sebagai saudara kita. atau mungkinkan nyanyian merdu ini menidurkan kita sehingga kita pangling akan hal itu. atau malah kursi besar ini terlalu empuk dan sangat berperan dalam menidurkan para petinggi negeri ini sebagai penguasa tanah kita sendiri. mari kawan-kawan kita kembali merenungkannya.


0 comments:

Post a Comment

RECENT POST

Popular Posts

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}