Home » » 5 Penyebab Penuaan Dini

5 Penyebab Penuaan Dini

Posted by DEC Development Education and Culture on Friday, 27 April 2012


DEC_Hi guys,  sejalan dengan waktu, seseorang yang awalnya dari bayi tentunya akan menjadi dewasa.  dimulai dari masa anak-anak, menuju praremaja ke remaja, kemudian menuju dewasa muda ke dewasa hingga masa produktifnya berakhir dan menjadi lansia. itulah siklus hidup seseorang dari mereka lahir hingga dewasa.


Namun apakah yang paling seseorang takuti di masa mudanya? setiap orang, utamanya wanita selalu menjadi dirinya mulai dari masa dini atau remaja. mereka terus menjaga masa mudanya sebaik mungkin. namun takbisa dipungkiri juga bahwa masa tua seseorang akan selalu mendekati.


Tentunya telah banyak hasil olah fikir seseorang untuk mencegah pebuaab secar dini, hasilnya yaitu telah banyak jenis-jenis kosmetik dan obat-obatan. tapi yang pasti itu hanya memperlambat beberapa menit saja. pernahkah kita berfikir sebenarnya apa penyebab penuaan dini pada seseorang? tidak hanya sekedar mencegah penuaan dini dengan cepat menggunakan bahan-bahan kimia saja, tetapi ada beberapa hal yang patut untuk di perhatikan.

Sebuah artikel di The Atlantic mencatat bahwa beberapa penelitian menunjukkan kesepian meningkat drastis dalam waktu yang singkat belakangan ini. Di Amerika dipastikan, 1 dari lima orang menderita kesepian. Kondisi ini bahkan dapat menular, saat kita terlibat secara emosional dengan mereka.

Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar juga memperburuk kesehatan mental pada seseorang seperti depresi.

Seperti dilansir Huffington Post, sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang tidak berhubungan dengan orang lain cenderung meninggal, sembilan tahun lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki interaksi sosial yang baik. Berikut lima penyebab umum munculnya rasa kesepian.

1. Usia
Modernitas yang menggeser budaya tradisional menjadikan mereka yang berusia lanjut merasa tertekan dalam kesepiannya. Pada  masyarakat tradisonal, orangtua memiliki peranan dan pamor penting yang membuat mereka selalu dikelilingi keluarga dan masyarakat.

Namun, di era modern, peran orangtua semakin dipinggirkan karena kesibukan dari profesi anak-anaknya. Karenanya, orangtua berisiko mengalami perasaan tersisih dari keluarga dan lingkungan mereka.

2. Kehilangan 
Kematian, perceraian, dan pernikahan yang tertunda atau gagalnya sebuah pernikahan kerap menjadi faktor munculnya rasa kesepian bagi sebagian orang.
Meskipun banyak juga yang kemudian melarikan diri pada situs-situs kencan atau pertemanan, hal ini tetap tidak bisa menjawab kesepian mereka. Ini dibenarkan psikolog Jane E. Brody. "Pelarian tidak akan mengurangi perasaan kesepian yang sebenarnya, ini justru membuat rasa kesepiannya menjadi tertanam lebih  kuat."

3. Online social media
The Atlantic juga menuliskan bahwa, semakin kita terhubungan dengan kehidupan sosial secara digital, kita akan semakin tenggelam dalam kehidupan sosial yang sesungguhnya.

Penelitian yang ada di dalam artikel tersebut menyatakan bahwa ketika seseorang aktif dalam sosial media, mereka semakin mundur dari  lingkungan pertemanan yang nyata. Akan tetapi ini lebih baik jika dibandingkan mereka yang sama sekali tidak menggunakannya atau pasif dengan hanya melihat news feeds teman- temannya.

4. Komuter
Menurut Robert Putnam, ilmuwan dari Universitas Harvard dan penulis buku Bowling Alone, semakin panjang waktu perjalanan yang ditempuh, semakin kuat rasa isolasi sosial muncul. Misalnya, jika kita menghabiskan waktu dalam perjalanan sendiri, maka koneksi sosial otomatis akan berkurang sebanyak 10 persen.

5. Genetik
Ternyata kesepian juga disebabkan oleh faktor genetik. Salah satu survei tentang kesepian menunjukkan bahwa saudara kembar cenderung lebih jarang merasa kesepian dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki saudara kembar. Penelitian dari Universitas Chicago juga menyatakan bahwa kesepian akan berimbas pada perkembangan otak yang tidak stabil, dan risiko kemunculan penyakit yang tinggi.


0 comments:

Post a Comment

RECENT POST

Popular Posts

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}