Home » » Duka Seorang Mahasiswa

Duka Seorang Mahasiswa

Posted by DEC Development Education and Culture on Wednesday, 18 April 2012


DEC_Kita kembali berduka guys, semenjak kasus mahasiswa sekaligus saudara kita di kampus orange ini diserang oleh beberapa pengendara motor yang tak dikenal. tak banyak kata yang mungkin bisa saya ungkapkan atas rasa sedih yang masih terasa ini. kehidupan selalu menjadi sebuah kejutan yang unik. sahabat sekaligus saudara kita yang kesehariannya sebelumnya sama dengan kita mendapat musibah yang begitu memilukan. 

Penyebab pasti tewasnya mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Ibrahim Syamsari, rupanya belum diketahui pihak kepolisian. Ini menyusul belum adanya informasi resmi dari pihak rumah sakit. Karena itu, pihak kepolisian akan segera menyurati pihak rumah sakit untuk meminta keterangan resmi terkait jenazah korban.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebab kematian korban. Jika korban dikeroyok memang benar. Visum untuk tubuh bagian luar dilakukan. Tetapi, penyebab pasti meninggalnya disebabkan karena apa atau bagaimana itu yang perlu diketahui juga.



Belum adanya penjelasan tersebut, sambung dia, pihaknya akan segera bersurat ke pihak rumah sakit. "Kami baru akan ke sana," paparnya. Terkait apakah autopsi dilakukan saat korban dirawat di rumah sakit atau tidak, Anwar menegaskan, itulah yang menjadi kendala saat itu. Karena, keluarga korban meminta agar korban dipulangkan.

Apakah memungkinkan jenazah korban akan digali kembali untuk dilakukan autopsi? Menurutnya, itu bisa saja dilakukan. Tetapi, masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit. "Itu bisa saja. Tetapi, itu akan menghabiskan biaya yang cukup besar. Kita, tunggu saja seperti apa hasil dari koordinasi dengan pihak rumah sakit," bebernya.

Apakah itu akan menjadi hambatan petugas kepolisian dalam melakukan penyelidikan? Menurutnya, itu bukanlah sesuatu yang menjadi hambatan kepolisian dalam melakukan penyelidikan. Setidaknya, itu diperlukan dalam proses perampungan pemberkasan tersebut. "Itu bukan jadi hambatan kami," paparnya.

Terkait penanganan kasus tersebut, hingga siang kemarin, sebut Anwar Hasan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku penganiayaan. Beberapa pelaku yang sudah teridentifikasi melakukan penganiayaan masih dalam pengejaran. "Perkembangan untuk saat ini, masih seperti yang kemarin," tandasnya.
Ujian Nasional

Sementara itu, seorang tersangka yang sedianya mengikuti ujian nasional hingga siang kemarin belum juga mengikuti ujian tersebut. Ini menyusul belum adanya koordinasi antara pihak keluarga pelaku dan pihak sekolah untuk meminta pelaksanaan ujian buat anaknya. Pihak kepolisian, beber mantan Kasatreskrim Polres Wajo, ini, pihaknya siap membantu.

Namun, pelaksanaan ujian tersebut dilakukan di kantor polisi, dan bukan di sekolah yang bersangkutan. Lantas bagaimana dengan pelajar SMP, yang akan mengikuti ujian akhi nasional pekan depan? Ditambahkannya, keluarga pelaku telah memohon untuk itu. Karena itu, pihaknya tetap mempersilakan. Tetapi, dengan syarat yang bersangkutan mengikuti ujian di kantor polisi.


0 comments:

Post a Comment

RECENT POST

Popular Posts

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}