Home » » Perceraian dan Dampaknya dari Perceraian itu Sendiri bagi Anak-anak mereka

Perceraian dan Dampaknya dari Perceraian itu Sendiri bagi Anak-anak mereka

Posted by DEC Development Education and Culture on Thursday, 15 November 2012

DEC_Hi guys, kembali lagi saya ingin berbagi dengan teman-teman dipagi nan cerah berawan ini. pembahasan seputar dunia pernikahan yang insya Allah saya sendiri juga akan menjalaninya, begitu pula dengan teman-teman, amien. nah tentunya pernikahan yang kita maksud adalah pernikahan yang sakina ma wada warahmah, langgeng bahagia and happy ending.



Tapi teman-teman, perlu diketahui bersama bahwa zaman sekarang ini tidak sedikit diantara kita justru membatalkan pernikahan yang suci dan indah ini dengan berbagai masalah. kadang pula faktor egoisme dan kurang dewasa menjadi akar dari perceraian dan bubarnya sebuah hubungan rumah tangga. sadar atau tidak, kasus perceraian semakin marak menghantui dinding-dinding rumah tangga banyak orang.



Bagaimana sih dampak yang ditimbulkan oleh pernikahan yang gagal ini? apa kita harus mengikuti jejak-jejak para artis tanah air yang begitu mudahnya mengucap kata cerai setelah sebelumnya merajut kasih yang begitu panjang dalam hubungan pacaran. pernah tidak kita memikirkan dampak yang anak-anak kita dapatkan dari kata cerai dan ketukan hakim atas pengkabulan kasus cerai ini, sungguh miris sekali. berikut beberapa hal yang akan didapatkan oleh perceraian yang dihandapkan oleh anak-anak dari pasangan yang telah bercerai.

1. Trauma akan pernikahan.
Tentu saja dampak dari perceraian akan dirasakan secara langsung oleh anak. selain mereka telah kehilangan kebahagiaan dan kehangatan keluarga, dampak trauma akan kata nikah akan membekas dalam ingatan mereka. bbetapa tidak, mereka melihat langsung betapa hambarnya sebuah keluarga yang telah hancur akibat perceraian.

2. Pudarnya kata cinta di mata mereka
Perceraian juga merupakan sebuah simbolik bahwa cinta telah hancur dan menyusut diakibatkan oleh berbagai alasan sepihak bahkan alasan lainnya yang menurut mereka benar dan yang terbaik meskipun lebih banyak akibat rasa egois mereka. tak hanya itu, cinta menjadi begitu hina dihadapannya dan begitu rendah serta pembawa janji palsu dimata mereka.

3.Redupnya arah kehidupan.
Latar belakang yang begitu buruk tentu akan membawa dampak kedepannya, menjadikan hidupnya semakin rumit dengan kenangan-kenangannya dimasa lalu bersama orang tuanya. biasanya mereka cenderung berfikir lebih negatif setiap berbicara mengenai kehidupan.

4. Mencintai pasangannya secara absolut.
Yang dimaksud disini adalah dia akan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan pasangannya dikarenakan takut akan masa lalu orang tuanya. sehingga kadang hal-hal yang aneh puh direalisaskiannya demi mempertahankan hubungan dengan  pasangannya.

Perceraian tidak hanya menyerang sipelaku, namun juga memberi bekas besar pada orang-orang disekitarnya, terutama kepada anak-anak mereka yang masih membutuhkan kasih sayang dari orang tua mereka. jadi semestinya pernikahan ini kita maknai sebaik mungkin dengan kembali kepada tujuan awalnya dan mempertahankan dindingnya dengan saling pengertian agar dasar dari rumah tangga ini dapat tetap kuat layaknya cinta yang mampu menaikkan derajat seorang individu dan cintanya kepada pasangan serta kehidupan yang diberikan oleh sang Ilahi dan kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk dipertemukan dan diikat dalam jalinan pernikahan.


0 comments:

Post a Comment

RECENT POST

Popular Posts

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}