Home » » Smansa Stories 2

Smansa Stories 2

Posted by DEC Development Education and Culture on Wednesday, 25 April 2012


Chapter 2
Awal dari Suatu kegagalan
                Melewati sebulan masa awal semester, Fathir mulai bisa mengetahui beberapa nama sukar, walaupun masih sering tertukar. Hari itu adalah hari senin, setelah upacara bendera, kelas Fathir mandapat jadwal untuk turun kelapangan dalam mata pelajaran olahraga. Tentunya mata pelajaran yang menjadi andalan Ridwan membuat si jakung ini mengemas dan berganti pakaian jauh lebih cepat ketinmbang yang lain. Dia yang juga merupakan ketua kelas tersebut begitu cepat melaporkan kepada pengajarnya yang bernama pak Hikmah. Beliau merupakan salah satu guru senior di sekolah mereka.


          Mendekati masa 17 Agustus, kembali sekolah yang tersohor sekecamatan ini melakukan persiapan untuk mengikuti lomba 17 Agustus yang selalu ramai diikuti warga dan sekolah-sekolah dalam kecamatan yang nama lainya adalah tempat persinggahan dalam bahasa daerahnya, leppangeng.  Fathir pun mendapat bagian besar dalam pelaksanaan tahunan ini. Sebagai peserta gerak jalan pramuka atau yang lebh dikenal dengan nama Lord Scout. Sedangkan sekolah penantang tahunannya yang juga menjadi rival sekolah ini sejak lama adalah Maraja Scout yang baru tahun itu mematenkan nama barunya.

          3 minggu masa pelatihan itu membuat para pesertanya letih tak berujung. Hasan sendiri yang ikut bersama Fathir berada di barisan 1 baris didepan Fathir, mengingat Hasan lebih tinggi dibandingkan si Fathir yang hanya di letakkan 3 barisan belakang. Berbeda dengan Ridwan yang mengikut pada pasukan palang merah. Iya juga merupakan salah satu peserta PMR sebelum Fathir berangkat untuk Lord nya.

          Tak terasa tim Lord Scout mulai terjun kelapangan seperti yang menjadi keahlian mereka. Hari hari sibuk Fathir telah dimulai. Memasuki tenda kabupaten, Fathir mencari pak Mahmud yang tidak lain adalah ketua umum pramuka di kecamatannya. Bermodal nekat, dia mulai mendekati dan menarik sang ketua tersebut guna meminta persenan sebelum beliau branjak pulang.

          Setelah itu dia kembali ketendanya dan melapor bahwa iya baru saja ketenda kabupaten menemui ayahnya. Karena alasan yang jelas maka ia pun dibebaskan untuk tugas yang sebelumnya. Jumlah tim Lord Scout mungkin tidak begitu banyak, namun hasil kerja mereka memuaskan orang-orang yang bekerja dibawa tenda kabupaten. Bahkan tak jarang juga tim Lord mnegambil tugas sebagai penilai lapangan, dibawah terik matahari yang begitu menyengat selama perkemahan itu.

          Tak terasa tiga hari telah berlalu semenjak itu, keadaan diperkemahan mulai labil, diantaranya telah banyak peserta yang mulai terserang penyakit. Namun kali ini Fathir tak seberuntung tahun-tahun sebelumnya. Dia pun terserang sakit hingga dirinya dipulangkan dari perkemahan atas perintah ayahnya. Tentunya kembalinya Fathir memiliki dampak yang buruk yang tidak terasa disaat itu.

          Terbukti setelah sehari kepergiannya,  tim Lord mulai resah. Bukan karena kemampuan tim mereka yang menurun karena sepeninggal Fathir, namun lebih kepada pasukan gerak jalan mereka Yang kekurangan seorang personil yang tak mungkin bisa lagi digantikan. Tepat keesokan harinya, diperlombaan mereka tampil sebagai juara dihati masyarakat karena tampilan mereka yang heboh dan keren. Namun tim juri harus menempatkan mereka diurutan kedua setelah Maraja karena kehilangan seorang personil yang tak lain adalah Fathir.

          Inilah untuk pertama kalinya pasukan Lord dikalahkan oleh Maraja dalam sejarah yang sempat diingat Fathir. Dalam rasa bersalahnya dikarenakan dirinya yang mengakibatkan kekalahan timnya, Fathir hanya bisa termenung melihat pengumuman yang disebutkan oleh salah satu bawahan ayahnya di tenda kabupaten.

Sebelumnya
Daftar
Terbaru


0 comments:

Post a Comment

RECENT POST

Popular Posts

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}